Kamis, 06 November 2014

Menulis Seperti ROADTRIP dalam gelap

Jadi beberapa bulan ini gua mencoba untuk menulis.
Meskipun progresnya tidak bisa dibilang membanggakan tapi ada satu hal yang gua rasakan

Diantara gundah gulana bagaimana membawanya dan pemilihan kata gua mendapatkan gambaran yang lumayan jelas bagaimana proses menulis itu di gambarkan

Rasanya seperti roadtrip tapi bedanya selama di perjalanan selalu gelap gulita.
Pandangan hanya sebatas 3 meter di depan
untuk mengetahui apa yang ada di depan kita satu - satunya cara ya hanya menggas mobil atau motor kita.
Antara lain terus menulis.

Kita tahu tempat yang kita tuju artinya terkadang beberapa point sudah ada gambarannya.

Taapi begitu sampai tempat tujuan katakanlah kotanya ada berbagai macam jalan untuk menuju keevent yang sudah ada di kepala
Dan ada berbagai macam opsi yang ada didepan mata begitu kamu sampai kekota itu. akhirnya event itu atau tempat itu tersaingi oleh pilihan lainnya.
Yang masalahnya kamu gak akan tahu yang mana yang akan menjadi pilihan yang terbaik.
Kembali lagi kita hanya berdiri dalam gelap.
Cara satu - satunya untuk mengetahuinya kembali lagi melanjutkannya gas lagi kembali menulis lagi.

Gua rasa ini juga berlaku di kehidupan.
kegagalan dan kesuksesan gak akan pernah di temui bila tetap diam.
Kembali lagi gas lagi untuk mengetahuinya.
bila tetap ditempat gagal sudah pasti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar