Jujur aja selama tahun 2013 sampai 2014 gua terus baca berita. Tentang dari korupsi, perseteruan si ahok, kejadian - kejadian super lainnya dan paling kerasa adalah pada saat pemilihan umum tahun 2014 penentuan empunya kursi kepresidenan.
Kandidatnya adalah Jokowi dan Prabowo dengan wakil mereka masing - masing bapak Jusuf kalla dan Hatta Rajasa.
Hasilnya sudah kita terima kemenangan Jokowi dan Jusuf Kalla.
Tapi banyak insiden - insiden, Event dan pergerakan selama masa kampanye berlangsung.
Bisa kalian ingat atau cek sendiri mungkin di media berita yang terpecaya.
Ketika orang ngomong politik banyak yang sinis. kenapa sih begitu. Menurut gua karena mereka kurang mengerti dan kita memang kurang di ajari tentang politik dari ecil atau pun sampai dewasa ini sampai kita berusaha untuk mempelajarinya sendiri.
Ingat nggak waktu kecil nggak pernah ada yang bilang mau jadi anggota dewan, waktu kecil orangtua nggak pernah nunjuk suatu saat kamu jadi politikus kayak itu yah? atau lebih parahnya lagi orangtua pasti ada yang ngomong jangan ikut - ikutan partai politik kotor. nanti kamu sengsara. nanti kamu masuk neraka.
Orang politik nggak ada yang jujur.
Ini yang di ajarkan tentang politik dari kecil oleh orangtua kita. Hasilnya secara tidak sadar tentu saja kita akan membeci politik itu sendiri.
padahal sebenarnya mengutip dari perkataan pernyair jerman
Bertolt Brecth
Buta yang paling buruk adalah buta politik.
Dia tidak mendengar, berbicara dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik.
Dia tidak tahu bahwa biaya hidup.
Semua tergantung pada keputusan politik.
Orang yang buta politik begitu bodoh.
sehingga dia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa ia membenci politik.
Si dungu tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya
Lahir pelacur , anak terlantar dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk.
Rusaknya perusahaan nasional dan multinasional
Dari kata beliau di atas bisa disimpulkan politik mendongkrak kondisi ekonomi ,sosial ,dan kehidupan masyarakat. oleh karena itu kita tidak boleh acuh dan harus lebih teliti dalam melihat situasi politik kita.
Bila ada yang masih merasa takut bila dicecar berbicara tentang politik. berikan mereka sepenggal pesan diatas. mudah - mudahan membantu. sisanya kalau kamu tidak kuat untuk mempengaruhi mereka cara paling akhir diamkan mereka.
Mungkin tahun 2014 memberikan pengalaman politik baru bagi saya dan lebih lagi mengingatkan saya tentang yang sudah saya mengerti dari politik sebagai orang biasa tentunya, sebagai masyarakat awam.
Kita harus bisa melihat dari sisi yang objektif tentang berita yang di sebarkan apakah itu benar atau propaganda. Propaganda yang saya temukan dan di sebarkan mempunyai kata - kata yang menggugah hati, menyentuh, dan sengaja untuk menarik simpati. Sering memunculkan fakta tentang kejadian - kejadian baru (tidak diketahui oleh masyarakat luas sebelumnya) yang bersifat sensitif yang akan membuat orang menjadi ragu.
Tanpa keterangan yang jelas. dan data aktual. kesimpulannya cuma 1 jangan dipercaya. Selalu ragu.
Nah yang kedua musuh yang paling mematikan yang bisa membuat orang terpecah belah adalah terlalu banyak ekspektasi dan berasumsi secara gamblang.
Ekspektasi dan asumsi memburamkan pengambilan keputusan. Apa yang kamu pikirkan belum tentu benar dengan kenyataan yang ada. Selalu mencari fakta yang benar sampai detik terakhir dan berharap bahwa keputusan yang kamu ambil benar. kalau salah segera perbaiki dengan cara yang kamu bisa.
Jangan diam.
yang ketiga. Apapun provokasi orang yang bertentangan pandangan politiknya dengan kamu jangan terpancing tetap tenang dan jangan membuat kesalahan yang di inginkan dari pihak lawan. terutama di media sosial. Debat pacu kuda yang tidak jelas akarnya dan ujungnya berakhir jangan ikuti.
------------------------------------------------------------------------------------------------------