Jumat, 07 Juni 2013

Idol Group Bussiness

Akhir - akhir ini mulai sadar dengan yang namanya JKT 48. Mereka adalah Idol Group yang berkonsep "Idol you can meet" kalo ga salah. Meskipun namanya ada 48 bukan berarti anggotanya ada 48 orang. Kalo gak salah nama pendirinya bisa diartikan jadi 48 karena itu ada embel - embel 48nya. Fansnya JKT 48 kebanyakan laki - laki semua dan fansnya JKT 48 bukan wota tapi fans. Wota itu dijepang adalah orang yang sangat menggandrungi idol group atau otaku nya idol group.

Kalo menurut gua ada positif dan negatifnya dari munculnya JKT 48. mendorong cewek - cewek muda yang masih belia untuk mengejar mimpi menjadi disiplin pribadi yang lebih baik, belajar dance, nyanyi, usaha keras dan banyak hal lainnya. Para idol yang berada di bawah naungan JKT 48 akan di latih dan performance.Performance bisa ditheater, acara tv, atau dimana pun. Indahkan, melihat wanita muda berjuang untuk meraih mimpinya. 

Nah, JKT 48 menjual hal ini kepada fans konsep idol you can meet and tumbuh bersama idol. Mereka menjual dengan harga yang lumayan. Album dengan + + seperti kartu jankenpon, photopack, rare item, tiket handshake, dan dijual langsung oleh member. Ketemu idol sendiri kapan lagi. Selain itu dijual juga tiket theater, dan ada masih ada beberapa benda yang tidak disebutkan lagi. Hal ini yang menjadi pengeluaran untuk fans - fansnya.

Seperti yang dibahas di paragraf sebelumnya ada yang di sebut wota dijepang. Meskipun di indonesia dibilang nggak ada yang namanya wota tapi nggak bisa di hindarkan ada beberapa individu yang mempunyai ciri - ciri atau kebiasaan seperti wota. Hal ini nggak mungkin bisa di hindari karena disanalah perangkapnya bisnis idol ini. Dengan menjual bayangan yang indah, jembatan antara mereka dan idol mereka. Dampaknya adalah para fans yang fanatik ini akan rela merogoh saku mereka dalam - dalam untuk dibelikan merchandise   tiket theater, dan membeli album mereka sebanyak - banyaknya agar bisa handshake lebih dari 10 detik. wow bangetkan? antara wow dan kasihan sebenarnya. Jadi menurut gua kalau apa yang didapatkan dengan merogoh saku itu tidak membawa dampak positif yang significant berarti anda baru saja menghabiskan segala sumber daya anda dengan sia - sia. Mungkin banyak yang bilang menjadi fans fanatik itu sia - sia tapi perasaan bahagia, prestige, dan perasaan lainnya itu termasuk value yang mungkin cuma bisa dirasakan oleh fans itu sendiri. So don't judge people just from your's point of view.

Jadi apakah adil para idol menerima ketenaran, perhatian dan popularitas sementara para fansnya merogoh uang gila -gilaan? Hal ini bisa dibilang adil dan nggak adil. Adilnya gimana? Adilnya kalau si Idol bisa memastikan apa yang mereka berikan itu sudah layak dan dapat di approve. Nggak adilnya gimana? Kalau sebenarnya kualitas idol itu nggak berkembang sama sekali. Kasian fansnya yang menjadi korban dan kecewa, lebih kasihan lagi yang jadi korban tapi tetap tutup mata.

Jadi siapa yang salah sebenarnya? Gak ada yang salah sebenarnya, Idol harus bisa memberikan performance dan sikap yang layak untuk fans, Dan fans harus sadar terhadap apa yang sebenarnya mereka dapatkan dan apakah yang mereka dapatkan itu berharga bagi mereka.

Dosa - dosa sisanya mari kita berikan ke pihak manajemen. HAHAHAHAHA #absurd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar